BERTANI - Pre nursery adalah tahap awal pembibitan kelapa sawit dari kecambah hingga umur 3 bulan setelah tanam. Bertujuan untuk mempersiapkan bibit kelapa sawit siap tanam ke main nursery dalam jumlah cukup dan kualitas baik.
![]() |
| Gambar : Penanaman kecambah kelapa sawit |
Penggunaan wadah/tempat tumbuh kecambah pembibitan di pre nursery bisa menggunakan tray semai ukuran 6 cm x 6 cm x 12 cm ataupun dapat menggunakan babybag ukuran 23 cm x 18 cm x 0.1 mm untuk ketebalannya.
Untuk desain bedengan dibuat dengan arah memanjang Timur – Barat. Lebar bedengan dibuat dengan 10 babybag perbaris sehingga gampang dalam perawatannya. Ada ±500 babybag dalam satu bedengan dengan ukuran 1.8 m lebar dan 11.5 m panjangnya. Jarak antar bedengan dibuat 60 cm, dimana jarak tersebut baiknya dibuat parit aliran air.
Pada tahap pre nursery, penting dibuat naungan yang berfungsi untuk membatasi sinar matahari langsung dan menghambat energi kinetik air hujan yang dapat merusak tanaman. Tiang naungan dapat berupa kayu bulat diameter 7–10 cm atau kayu yang dianggap kuat. Jarak antar tiang dibuat 3 m x 3 m, tinggi naungan dibuat 2 m agar memudahkan pekerjaan di pre nursery. Naungan dapat menggunakan paranet yang digunakan berlapis 2 dan saling menyilang, satu lapisan paranet dapat dibuka ketika bibit umur 1 bulan, paranet terakhir dibuka saat bibit berumur 2.5 bulan sehingga masih ada 15 hari lagi bibit beradaptasi langsung dengan sinar matahari sebelum dipindah ke main nursery. Jikapun tidak terdapat paranet, maka penggunaan pelepah sawit atau kelapa dapat digunakan.
Untuk penggunaan tanah sebagai media tanam, sebaiknya memenuhi syarat berikut :
1. Berasal dari lapisan atas / topsoil
2. Tidak kedap air
3. Stabil mengikat akar
4. Tidak mudah hancur
5. Struktur lempung dan berliat
6. Bebas kontaminasi bahan kimia
7. Jangan mengambil tanah disekitar perakaran sawit yang terkena Ganoderma
8. Jangan menggunakan tanah berpasir karena tidak menyerap dan menyimpan air.
9. Jangan menggunakan tanah gambut yang belum terdekomposisi dengan sempurna
Tanah disaring dengan ayakan diameter 1 cm. Tanah untuk pre nursery sebaiknya dicampur dengan 12.5 Kg pupuk Rp (Rock Phosphate) per meter kubik tanah. Setelah tanah masing – masing dimasukkan ke polibag, jenuh airkan polibag dengan air dan biarkan 1 hari sebelum penanaman.
Bila persiapan tanam sudah selesai, maka dilanjutkan dengan persiapan kecambah. Sebaiknya gunakan kecambah unggul yang telah tersertifikasi. Karna investasi kita selama 25 tahun kedepan ditentukan dari kecambah apa yang kita tanam. Seleksi awal kecambah dengan melihat plumula dan radicula yang muncul. Apabila tidak ada radicula atau plumula yang muncul, ataupun plumula dan radicula busul, maka benih tersebut dikategorikan tidak normal. Untuk menandai yang mana radicula dan plumula yakni :
1. Radicula berwarna lebih coklat dari plumula
2. Radicula berbentuk tumpul di ujungnya, sedangkan plumula lebih lancip
3. Radikula yakni bakal calon akar, sedangkan plumula bakal calon daun
1 radikula dan 1 plumula disebut single tone, 2 radikula dan 2 plumula disebut double tone. Sebaiknya dipisahkan penanaman single tone dan double tone atau pun three tone, karna dari double dan three tone apabila sudah berumur 2.5 - 3 bulan dapat di pisahkan menjadi masing – masing individu apabila kesemua bibit tumbuh dengan baik.
Setelah dilakukan seleksi benih, sebaiknya direndam dengan larutan fungisida ataupun larutan Trichoderma untuk melindungi benih dari penyakit akar dan membantu pertumbuhan akar lebih baik. Contoh merk dagang yakni Excalibur Gold, dimana 30 gr dilarutkan dengan 5 liter air dan dengan hati – hati benih direndam selama 2 menit. Untuk 2 liter larutan tersebut dapat merendam 5000 benih. Setelah itu tiriskan untuk segera ditanam.Cara penanaman yakni, dibuat lubang tanam ±2 cm kemudian cara menanamnya yakni radikula mengarah kebawah dan plumula diatas. Pegang benih dengan ibu jari dan telunjuk, dimana posisi radikula dan plumula mengarah kedalam tangan. Hal ini bertujuan agar plumula dan radikula tidak rusak. Tanam dengan hati – hati dan membaca basmallah.
Untuk perawatan, benih membutuhkan setidaknya 1 liter air perhari. Penyiraman dilakukan di pagi dan sore hari. Apabila hari hujan (curah hujan 10 mm) tidak perlu disiram, tetapi juga tetap memperhatikan keadaan bibit.
Pemupukan bibit dapat menggunakan pupuk NPK 15.15.6.3 ataupun NPK Mutiara Grower 15.09.20. Pemupukan dilakukan dengan cara diencerkan/digocor (water soluble). Dilakukan setelah bibit berumur 4 minggu setelah tanam (MST) dengan dosis 0,08 gr. Untuk 100 bibit, membutuhkan 8 gr : 5 liter air, dosis perbibit yakni 50 ml (konsentrasi 0,16%).
Contoh : Semisal bila ada 24 gram (0.024 Kg) pupuk, berapa butuh air untuk melarutkannya?
= 0.024 kg : 0,16%
= 15 Liter air yang diperlukan melarutkan
Dengan 15 Liter, dan dosis 50 ml/bibit maka dapat memupuk
= 15 Liter (15000 ml) : 50ml/bibit = 300 bibit yang dapat dipupuk.
Untuk 8 MST – 12 MST maka dosis yang dipakai 0,16 gr (16 gr/100 bibit) konsentrasi 0.32%. Interval pemupukan 1 minggu sekali. Aplikasi pupuk kocor tersebut diusahakan tidak mengenai daun bibit kelapa sawit.
Penyemprotan untuk hama dan penyakit dilakukan bila ada gejala yang menyerang saja. Penyemprotan hama dan penyakit lebih baik dibarengi dengan penambahan Bayfolan sebagai pupuk daun. Untuk pestisida yang digunakan yakni berbahan aktif Deltametrin untuk hama dan Mankozeb untuk penyakit. Aplikasi insektisida bisa dibarengi dengan Bayfolan begitupun untuk fungisida. Adapun dosisnya yakni masing-masing 14 cc/kap SA15 Liter bisa untuk ±6000 bibit di pre nursery. Penyemprotan untuk pencegahan dapat dilakukan 2 minggu sekali.
Seleksi terakhir yang dilakukan di pre nursery yakni saat tanaman berumur 3 bulan (12 MST) sekaligus pindah tanam (transplanting) ke main nursery. Tanaman yang dipilih ke main nursery berdasarkan bentuk fisik nya yang jagur dan tumbuh sehat.

EmoticonEmoticon