Minggu, 15 November 2015

Pengendalian Siput Murbei Pada Tanaman Padi

Tags

BERTANI - Siput Murbei (Pomacae canaliculata) adalah salah satu hama dari tanaman padi yang keberadaannya sangat mengganggu produktivitas tanaman padi. Siklus hidup siput ini bergantung pada temperatur, hujan, atau ketersediaan air dan makanan. Di daerah tropis, siput aktif dan bertelur sepanjang tahun. Siput murbei mempunyai sifon pernapasan untuk bergerak sambil mengambang. Pada musim kemarau keong berdiapause pada lapisan tanah yang masih lembab, dan muncul kembali jika lahan digenangi air, siput akan ganti bernafas dari aerobik ke anaerobik. Siput ini sanggup hidup 2-6 tahun.

Gambar : Siput murbei hama utama tanaman padi

Telur diletakkan pada tumbuhan, pematang, ranting, dan lain-lain beberapa cm diatas permukaan air. Telur berwarna merah muda dengan diameter telur berkisar antara 2,2-3,5 mm. Warna kelompok telur akan berubah menjadi agak muda menjelang menetas. Tiap kelompok telur berisi 235 hingga 860 butir. Daya tetas berkisar antara 61-75%. Telur akan menetas setelah 8-14 hari. Siput yang berukuran 2,5 cm sudah mulai bertelur.

Sex ratio pada populasi keong mas adalah berkisar 0,5. Hal ini berarti ada persamaan antara jantan dan betina. Susah menbedakan siput jantan dan betina karena bersifat partegonesis yakni dapat bertelur tanpa dibuahi.

Selain menyerang tanaman padi, siput juga menyerang kangkung, talas dan azolla sp. yang bersifat polipage. Siput murbei dapat merusak tanaman padi sawah berumur 2-3 minggu setelah tanam dan padi Tabela (Tabur benih langsung) berumur 4-5 minggu.

Selain merupakan hama tanaman padi, siput murbei juga bermanfaat yakni diantaranya :  
1) merupakan agens hayati yang potensial mengendalikan gulma air (eceng gondok); 
2) mempunyai kandungan gizi yang tinggi; 
3) bisa dimanfaatkan sebagai makanan ternak dan ikan. Siput murbei juga mempunyai kelebihan yakni dapat bertahan didalam lumpur selama ± 6 bulan tanpa makan.

Kerusakan yang timbul akibat siput murbei yakni : 
1) menurut uji preferensi berbagai jenis makanan daya rusak mencapai 96,5% umur padi dipersemaian 10 hari; 
2) pertanaman padi umur 1-3 minggu setelah tanam kerusakan mencapai 10-100%; 
3) menurut penelitian populasi keong mas 0,5% ekor/m2 menurunkan jumlah rumpun padi 92,8%.

Beberapa tindakan pengendalian bisa kita lakukan agar penyebaran dan jumlah populasi dapat ditekan, yakni diantaranya dengan cara penggunaan pembatas dari plastik untuk menceah siput murbei masuk kedalam areal pembibitan, pemasangan saringan di saluran air irigasi yang masuk ke persawahan, pengumpanan dengan daun-daun muda seperti pepaya, daun talas dan daun kangkung, membuat parit sepanjang saluran ditepi pematang, penyebaran kapur tohor 50-100 kg/ha pada lahan persawahan.

Tindakan lainnya yang dapat kita lakukan yakni dengan membuat pacak-pacak bambu/kayu untuk tempat bertelur siput kemudian setelah siput bertelur kita kumpulkan telur-telur siput murbei kemudian di musnahkan atau dengan cara melepaskan bebek-bebek kelahan persawahan yang telah dipanen agar bebek-bebek memakan siput.

Bisa juga dengan memakai pestisida semisal akodan, tapi penggunaan pestisida tidak dianjurkan karena dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan. Demikianlah informasi yang dapat penulis bagikan. Semoga bermanfaat, silahkan beri komentar juga saran.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon