BERTANI - Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) telah diketahui dapat menekan kerusakan pada buah kakao yang disebabkan oleh Helopeltis sp. Dan sayangnya tidak semua kebun kakao mempunyai populasi semut hitam yang cukup untuk tujuan tersebut.
![]() |
| Gambar : Kakao matang yang terserang Helopeltis |
Semut hitam hidup berkoloni. Tiap-tiap koloni dapat mencapai 20.000 – 50.000 individu. Dalam setahun semut betina dapat menghasilkan 1.300 – 1.700 telur yang menetas dalam waktu 14 hari. Siklus hidup semut pekerja berkisar antara 37 – 52 hari. Serangga ini menyukai tempat atau kebun yang rindang terutama kebun dengan naungan dari tanaman leguminosa atau pohon kelapa. Secara alamiah sarangnya dapat ditemukan pada celah-celah batang, lipatan-lipatan daun kelapa, tajuk kelapa dan pada blarak daun kelapa ataupun serasah kakao.
Tahun 1982 perusahaan perkebunan di Sumatera Utara mulai memanfaatkannya secara komersil. Beberapa alasan mengapa serangga ini digunakan sebagai agens hayati adalah :
1. Tidak menyengat dan tidak berbahaya terhadap manusia. Semut hitam hanya menggigit jika koloni besarnya diganggu, tetapi gigitannya pun dapat ditolerir petani.
2. Bersifat Polygyny
3. Mempunyai kemampuan menyebar dan kecepatan berkoloni yang tinggi pada sarang-sarang yang disediakan.
4. Koloni-koloni semut hitam tidak bersifat saling membatasi satu sama lain sehingga dapat mencapai populasi yang sangat padat dalam suatu kebun.
KUTU PUTIH
Inang dari serangga ini adalah tanaman kakao, tetapi dapat juga ditemukan pada tanaman sirsak, kapok, dadap, rambutan, jambu biji dan beberapa poho buahan lainnya. Usaha untuk mengembangkan semut hitam pada areal kebun kakao harus diimbangi dengan pengembangan populasi kutu putih (Cataenococcus hispidus), hal ini dikarenakan kedua serangga ini mempunyai suatu simbiosis mutualisme. Di Indonesia serangga ini sangat jarang ditemukan pada kopi dan jeruk, tetapi di India menjadi hama utama pada kopi arabika. Bagian tanaman kakao yang paling disukai oleh kutu putih adalah buah dan petiola sedangkan pada rambutan dan sirsak adalah buahnya. Perkembangan dan penyebaran koloni kutu putih ini sangat tergantuk pada semut hitam, selain dari migrasi nimfanya. Kutu putih pada umumnya berkembang secara parthenogenesis.
HUBUNGAN SEMUT HITAM DAN KUTU PUTIH SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP Helopeltis sp
Seperti yang telah dikemukakan bahwasannya semut hitam dan kutu putih memiliki simbiosis mutualisme. Sekresi kutu putih yang banyak mengandung gula, menjadi bahan makanan utama bagi semut hitam dan semut hitam oleh aktivitas nya yang sangat aktif secara sengaja atau tidak sengaja membantu penyebaran kutu putih kebagian tanaman yang disukai kutu putih seperti pada tangkai buah muda serta lekukan kulit buah dan pada tunas-tunas muda yang kebetulan disukai oleh Helopeltis.
Selain itu semut hitam juga melindungi kutu putih dari musuh alaminya yakni famili Coccinellidae serta ordo Neuroptera. Hubungan semut hitam dan Helopeltis dapat dijelaskan sebagai berikut. Semut hitam pada hakikatnya tidak bertindak menyerang atau predator dari Helopeltis. Peranan semut hitam hanya bergerak keseluruh buah setiap waktu sehingga Helopeltis tidak sempat hinggap untuk menusuk dan menghisap kulit buah kakao atau pun meletakkan telurnya. Dan pada prinsipnya Helopeltis selalu berusaha menyerang buah yang bebas dari aktifitas semut hitam.
Untuk mengembangkan populasi semut hitam pada suatu areal perkebunan kakao haruslah didahulukan dengan perbanyakan dan pengembangan kutu putih, karena tanpa didahului dengan pengembangan kutu putih maka semut hitam akan pergi mencari sumber makanannya yang lain.
Kemudian kita bisa membuat sarang-sarang buatan yang bisa dibuat dari bambu berukuran 30-50 cm atau bisa juga dari kantung plastik kemudian diisi daun kelapa dan diberi sedikit cairan madu. Biasanya setelah 1-2 minggu sarang sudah berisi koloni semut. Lalu koloni tersebut bisa kita pindahkan ke cabang pohon kakao yang sedikit populasi semut hitamnya.
Untuk pengembangan semut hitam diareal baru, harus diperhatikan apakah areal tersebut terdapat jenis semut lain seperti rangrang, walaupun semut tersebut juga merupakan musuh alami yang dapat menekan populasi Helopeltis, tetapi karena sifat hidupnya yang berlawanan dengan semut hitam maka terpaksa harus dikendalikan terlebih dahulu.
Pada tanaman kakao muda, perdaunan kelapa yang terdapat diantara tanaman kakao yang belum menutup (pohon kelapa ditanam terlebih dahulu 2-3 tahun sebagai pelindung kakao) dapat menjadi jembata bagi semut hitam untuk berpindah jika ekosistemnya belum sesuai bagi semut hitam. Untuk mengatasinya jangan biarkan perdaunan kelapa bersinggungan dengan perdaunan kakao.
Selanjutnya ekosistem yang berkaitan dengan pengelolaan tajuk harus diusahakan agar sistem pemangkasannya tidak terlalu berat karena cahaya matahari langsung tidak disenangi oleh kutu putih yang merupakan penghasil sumber makanan bagi semut hitam.

EmoticonEmoticon