Jumat, 15 Januari 2021

Pembibitan Main Nursery dan Teknisnya

BERTANI - Main nursery adalah tahap selanjutnya pembibitan kelapa sawit dari bibit umur 3 bulan sampai 12 bulan setelah tanam. Bertujuan untuk mempersiapkan bibit kelapa sawit siap ditanam dilapangan dalam jumlah cukup dan kualitas baik. Pemindahan bibit (transplanting) ke main nursery dilakukan setelah proses seleksi bibit (culling).

Gambar : Bibit umur 3 bulan yang telah pindah tanamkan ke Main Nursery

Penggunaan wadah pembibitan di main nursery disarankan menggunakan polybag hitam ukuran 55 cm x 38 cm x 0.15 mm untuk ketebalannya. Ukuran polibag dapat diperkecil untuk memudahkan dalam proses pindah tanam ke lapangan. Penggunaan polybag hitam dimaksudkan agar akar tanaman dapat terlindungi dari sinar matahari dan tanah didalam polibag tidak berlumut.

Untuk penggunaan tanah sebagai media tanam, sebaiknya memenuhi syarat berikut :
1. Berasal dari lapisan atas / topsoil
2. Tidak kedap air
3. Stabil mengikat akar
4. Tidak mudah hancur
5. Struktur lempung dan berliat
6. Bebas kontaminasi bahan kimia
7. Jangan mengambil tanah disekitar perakaran sawit yang terkena Ganoderma
8. Jangan menggunakan tanah berpasir karena tidak menyerap dan menyimpan air.
9. Jangan menggunakan tanah gambut yang belum terdekomposisi dengan sempurna

Sebaiknya tanah yang akan dimasukkan kedalam polibag bebas dari akar, serta sampah lainnya, juga tidak terdapat bongkahan/gumpalan tanah. Alangkah baiknya sebelum tanah dimasukkan, digemburkan dengan cangkul. Isi tanah hingga penuh. Lebih baik tanah ditambahkan pupuk Rp 0.8 Kg per meter kubik tanah secara merata.

Penyusunan polibag main nursery mengikuti pola segitiga sama sisi dengan jarak 90 cm x 90 cm x 90 cm, atau dengan jarak 90 cm x 78 cm x 78 cm. Namun apabila lahan terlalu sempit untuk menampung bibit yang banyak, dapat dibuat dengan jarak tanam 70 cm x 70 cm x 70 cm. Pertimbangan penyusunan polybag harus juga memperhatikan penyinaran matahari yang cukup untuk bibit agar bibit tidak etiolasi, sehingga juga menyebabkan pertumbuhan yang tidak seragam.

Gambar : Skema penyusunan polibag di Main Nursery

Setelah dilakukan penyusunan, penjenuhan polibag harus juga dilakukan agar tanah dalam kondisi lapang air, dan agar tanah padat sehingga tidak menyebabkan polibag doyong. Penambahan tanah setelah penjenuhan penting juga dilakukan karena tanah setelah dijenuhkan akan menyusut.

Pastikan semua polybag sudah disiram jenuh sebelum transplanting. Alat pelubang dibuat seukuran babybag, bisa dibuat dengan menggunakan pipa PVC atau pipa galvanis dengan tiang setinggi 0.5 meter.

Saat penanaman, plastik babybag harus dilepaskan dan harus diperhatikan agar tanah tidak rusak atau bola tanahnya hancur saat penanaman transplanting. Tanam polibag kedalam lubang tanam, padatkan sisi kanan dan kiri, ratakan permukaan bibit sampai leher akar dan bahagian bonggol tidak tertimbun.

Pemberian mulsa setelah penanaman penting juga dilakukan untuk menghambat kerusakan tanah akibat penyiraman, dan menghindari tercucinya pupuk. Pemulsaan dapat menggunakan serasah, jerami ataupun cangkang sawit.

Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Bibit di main nursery membutuhkan air sebanyak 2 liter/hari. Kondisi hujan dapat dipertimbangkan untuk penyiraman.

Penyemprotan untuk hama dan penyakit dilakukan bila ada gejala yang menyerang saja. Penyemprotan hama dan penyakit lebih baik dibarengi dengan penambahan Bayfolan sebagai pupuk daun. Untuk pestisida yang digunakan yakni berbahan aktif Deltametrin untuk hama dan Mankozeb untuk penyakit. Aplikasi insektisida bisa dibarengi dengan Bayfolan begitupun untuk fungisida. Adapun dosisnya yakni masing-masing 14 cc/kap SA15 Liter bisa untuk ±6000 bibit di pre nursery. Penyemprotan untuk pencegahan dapat dilakukan 2 minggu sekali.

Untuk pemupukan, penulis sajikan didata berikut :

Bulan Setelah Tanam

NPK 15.15.6.4 (gr)

NPK 12.12.17.2+TE (gr)

Kieserite

(gr)

Aplikasi per Bulan

4

1

 

 

4

5

 

10

10

1

6

 

15

15

1

7

 

15

15

1

8

 

30

30

1

9

 

30

30

1

10

 

35

30

1

11

 

35

30

1

12

 

35

30

1


Culling/seleksi bibit dilakukan pada bibit umur 6 bulan, 9 bulan dan terakhir di 12 bulan sebelum pindah ke lapangan.


EmoticonEmoticon