BERTANI - Salah satu kendala dalam kegiatan pertanian adalah gangguan OPT yang menjadi sangat penting bagi petani untuk mendapakan hasil yang maksimal. Penggunaan pestisida kimia sintetik pun tidak dapat terhindarkan untuk mengendalikan populasi OPT. Pestisida merupakan salah satu komponen pengendalian, tetapi penggunaannya haruslah bijaksana mengingat akan dampak negatif yang akan dihasilkannya untuk lingkungan.
![]() |
| Gambar : Penyemprotan hama pada tanaman padi |
Untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan, penggunaan pestisida sintetik harus dapat ditekan agar lingkungan tetap “SEHAT”. Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik maka perlu mencoba kembali untuk menengok ke alam sekitar kita dimana sebenarnya telah banyak menyediakan bahan-bahan dari tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati.
Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati mengandung senyawa bioaktif yang tidak akan mempengaruhi tanaman seperti fotosintesa, pertumbuhan, atau aspek fisiologis tanaman lainnya dan bersifat ramah lingkungan.
Berikut ini adalah contoh-contoh tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pestisida nabati :
1. Jambu Monyet/Jambu Mete (Anacardium accidentale)
Senyawa aktif : Kulit biji mengandung 30% minyak laka, yang didalamnya terdapat senyawa fenol: asam anakardat, cardol, dan cardanol.
Cara Kerja : Asam anakardat tidak bersifat racun terhadap seranggga dan tidak membunuh serangga sasaran secara langsung, tetapi menurunkan potensi reproduksi. Senyawa ini diduga menghambat enzim protaglandin sintetase yang diperlukan untuk membentuk hormon prostaglandin. Hormon ini mempunyai banyak fungsi fisiologis, diantaranya mengatur otot ovipositor serangga. Pemberian asam anarkadat pada serangga akan menyebabkan terhentinya oviposisi dan menurunnya potensi reproduksi serangga tersebut.
Sasaran OPT : Biomphalaria glabratus, Martianus demestroides
Metode dan Aplikasi : Kulit biji mete dikeringkan kemudian digiling. Hasil gilingan tersebut direndam dengan pelarut dalam air ekstraksi, kemudian disaring dengan kain kasa.
2. Babandotan/Wedusan (Ageratum conyzoides)
Senyawa aktif : Tumbuhan ini telah berhasil diisolasi 2 senyawa aktif yang diberi nama Precocene I dan Precocene II. Diduga senyawa ini terdapat secara meluas pada tumbuhan dari genus Ageratum sp termasuk Ageratum conyzoides.
Cara Kerja : Senyawa Precocene I dan II dikenal sebagai senyawa anti hormon juvenil, yaitu hormon yang diperlukan serangga selama metamorfosis dan reproduksi. Diduga Precocene mengalami epoksidasi dalam tubuh serangga sehingga menjadi reaktif dan menyebabkan terjadinya alkilasi protein dan keatian sel. Sel-sel yang mengalami kematian petama adalah sel kelenjar corpora allata yang menghasilkan hormon juvenil. Pemberian senyawa Precocene akan menyebabkan titer hormon juvenil sehingga menyebabkan terjadinya metamorfosis dini, dewasa steril, diapause, dan terganggunya produksi feromon. Bekerja sebagai racun kontak dan racun perut.
Sasaran OPT : Oncopeltus fasciatus, Aphis sp, bombix mori, Martianus sp, Heliothis armigera, H. talaca
Metode dan Aplikasi : Daun babandotan sebanyak 100 gram dicampur 500 ml air, diblender sampai larutan ekstrak ini selanjutnya disaring dengan menggunakan kain kasa.
3. Oyot Peron/Tuba Biji (Anamirta coccolus)
Senyawa Aktif : Picrotoxinin
Cara Kerja : Mempengaruhi Saraf
Metode dan Aplikasi : Buah ditumbuk halus kemudian diekstraksi dengan aquades
4. Sirsak (Annona squamosa)
Senyawa Aktif : Tumbuhan dari keluarga annonaceae menganddung alkaloid, karbohidrat, lemak, asam amino, protein, polifenol, minyak atsiri, terpen dan senyawa aromatik seperti tumbuhan pada umumnya. Senyawa-senyawa yang bersifat bioaktif dari kelompok tumbuhan anonaceae dikenal dengan nama acetogenin. Dari tanaman sirsak ttelah berhasil diisolasi beberapa senyawa acetogenin antara lain : asimisin, bulatacin, dan squamosin.
Cara Kerja : Pada konsentrasi tinggi senyawa-senyawa acetogenin dari tumbuhan sirsak akan bersifat antifeedant bagi serangga sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan. Pada konsenttrasi rendah bersifat sebagai racun perut dan dapat menyebabkan kematian. Senyawa acetogenin ini bersifat cytotoxic sehingga menyebabkan kematian sel.
Sasaran OPT : Epilachna varivstes, Apis gosypii, Aedes aegypti, Drosophila melanogaster.
Metode dan Aplikasi : Biji/kulit kayu/ dikeringkan, dikuliti, digiling. Biji yang sudah berupa tepung direndam dengan pelarut aquades atau etanol dalam alat ekstraksi kemudian disaring. Dosis ekstrak biji sirsak 4.500 cc dari 7.500 gram bahan baku. Aplikasi dilakukan sengan penyemprotan.
5. Pinang/Jambe (Areca catechu)
Senyawa Aktif : Mengandung alkaloid (norrorecaidine, norroricoline, arecaidine, arecaine, arecolidin, gufacine, gufacoline, isoguacine)
Sasaran OPT : Bakteri dan Nematoda
Metode dan Aplikasi : Akar dibersihkan, dikeringkan, dihaluskan dan direndam dalam aquades dan diekstraksi dalam air sampai encer. Dapat dilarutkan dalam alkohol.
6. Nimba/Mimba (Azadirachta indica)
Senyawa Aktif : Mengandung azadirachtin, miliantriol, salannin, dan nimbinen.
Cara Kerja : Azadirachtin merupaka senyawa yang paling banyak tedapat dalam biji nimba, dalam 1 gram biji menganndung 2-4 mg azadirachtin namun ada yang dapat mencapai 9 mg. Senyawa ini tidak langsung mematikan serangga tetapi melalui mekanisme menolak makan, akhirnya serangga akan mati, menggangu pertumbuhan dan reproduksi serangga. Salannin mempunyai daya kerja sebagai antivirus atau virusida. Meliantriol mempunyai daya kerja menolak serangga.
Sasaran OPT : Helopeltis sp, Apis gossypii, Agrotis sp, Alternaria sp, Kecoa, Corcyra cephalonica, Crocidolomia binotanis, Planococcus sp, Spodoptera litura, Tribolium sp, tungro pada tanaman padi, dll
Metode dan Aplikasi :
Biji Nimba :
- Biji dikupas dan diparut, hasil parutan diekstraksi dalam air dengan perbandingan 25-30 gram/1 L air. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau dengan meratakan ekstrak tersebut pada tanaman dengan menggunakan kuas dari jerami. Kulit biji dan batang dikeringkan digunakan sebagai jerami.
- Biji nimba dicuci, dijemur sampai kering, digiling dengan penggiling kopi/jagung sampai berbentuk serbuk. Aplikasi dilakukan dengan cara merendam 200-300 gram serbuk biji dalam 10 L air selama semalam. Kemudian saring dengan saringan dan diaplikasikan pada sore agar terhindar dari terik matahari.
Daun : 100 gram daun nimba segar dicampur 500 ml air (Aquades), diblender kemudian ekstrak disaring dengan menggunakan kain kasa.
7. Butun/Keben (Baringtonia asiatica)
Senyawa Aktif : Mengandung bahan aktif saponine yang beracun
Sasaran OPT : Attagenus piceus, Vemin
Metode dan Aplikasi : Biji dicuci, dikupas dan dilumat-lumat dan diekstraksi dengan perbandingan 1:3 atau dilarutkan alkohol. Aplikasi dengan penyemprotan.
8. Bintan/Buta-buta Badak/Bintaro (Cerbera manghas)
Senyawa Aktif : Akar, kulit, dan getah digunakan sebagai pencahar.
9. Bunga Aster (Chrysanthenum cinerariifolium)
Senyawa Aktif : Pyrethrum, dengan masa aktif selama lebih dari 2 bulan dan akan rusak oleh sinar matahari.
Cara Kerja : Merupakan racun kontak yang hampir sama sekali tidak memiliki aksi sebagai racun perut, karena akan sangant cepat terhidrolisamenjadi produk yang non toksik. Aksi utama dari pyrethrin yaitu sistem saraf pusat serangga
Sasaran OPT : Helopeltis sp, aphis gossypii, Agrotis sp, Alternaria sp, Kecoa, Corcyra cephalonica, Crocidolornia binotalis, Planococcus sp, Pratylenchus sp, Rhizoctania solani, Sclerotium rolfsi, sitophilus sp, Spodoptera litura, Tribolium sp, Tugro pada padi
Metode dan Aplikasi : Bagian bunganya (Mahkota) dikeringkan. Diekstraksi dengan air dengan perbandingan 20 gram pyrethrum/10 L air. Atau dicampur dengan bahan pembawa misalnya bedak dan kapur. Alkohol atau aseton atau kerosene dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau penghembusan.
10. Temu Hitam/Temu Ireng (Curcuma aeruginosa)
Senyawa Aktif : Curcumin
Cara Kerja : Menghambat sintesa dinding sel pada fungi atau bakteri
Sasaran OPT : Aedes aegypti, Helminthosporium sp, Meloidogyne s, Rizoctonia sp, Sclerotium sp, Sitopilus sp, Tribolium sp
Metode dan Aplikasi : Bagian rimpang dikeringkan, diparut atau ditumbuk dan dibuat tepung. Konsentrasi ekstraksi 3-5%. Pada formulasi tertentu aplikasi dilakukan sesuai dengan jenis sasaran OPT. Sebaiknya aplikasi dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sekitar pukul lima
11. Akar Jenu/Tuba (Derris elliptica)
Senyawa Aktif : Rotenoid
Cara Kerja : Mempengaruhi enzim respirasi
Sasaran OPT : Aphis sp, Bombyx mori, Plutella xylostela, Croccidolomia binotalis, Coccus Viridis, Meloidogyne incogrita, Nyamuk, Spodoptera litura
Metode dan Aplikasi : Daun ditumbuk halus, diekstraksi dengan akuades atau eter, kemudian disaring atau dibuat tepung. Aplikasi delakukan dengan cara penghembusan atau penyemprotan
12. Gadung (Dioscorea hispida)
Senyawa Aktif : Umbi mengandung racun dioscorina dan diosconine
Cara Kerja : Anti perkembang biakan dan reppellent
Sasaran OPT : Aphids dan larva Nyamuk (maggots)
Metode dan Aplikasi : Umbi di bersihkan dan dikeringkan serta diparut sampai halus. Pengenceran dilakukan dengan perbandingan 1 bagian ekstrak ditambah dengan 3 bagian aquades. Pengencera dilakukan sampai rata dan diperas lewat saringan yang halus. Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan. Apabila formulasinya dalam bentuk tepung aplikasi dilakukan dengan penghembusan.
13. Tikel Balung/Patah Tulang (Euphorbia trirucalli)
Cara Kerja : Sebagai penolak serangga dan menghambat respirasi pernafasan
Metode dan Aplikasi : Bagian ranting dicuci, dikeringkan kemudian diparut, dibuat serbuk atau tepung. Aplikasi dilakukan dengan cara penghembusan atau penaburan
14. Kembang Sungsang/Kembang Jonggran/Mandalika (Gloriosa superba)
Senyawa Aktif : Tanaman ini beracun mengandung coichine, dimethyl colchine, glorioucine, dan colchine
Cara Kerja : Menghambat pembelahan sel (zitotoksik)
Sasaran OPT : Pedinculus humanuscaputus
Metode dan Apliksai : Bagian akar atau rimpang dihaluskan dan diekstraksi dengan air. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan
15. Kencur (Kaemferia galanga)
Senyawa Aktif : Mengandung bahan aktif alkaloid dengan cara kerja sebagai penolak serangga
Sasaran OPT : Sitophilus oryzae, Tribolium sp
Metode dan Aplikasi : Bagian rimpang dibuat tepung, konsentrasi 3-5%. Aplikasi dilakukan dengan cara penghembusan.
16. Tembakau (Nicotiana tabacum)
Senyawa Aktif : Mengandung bahan aktif alkaloid seperti anabarine, anatobe, myosinine, nicotinoid, nicotelline, nicotine, nicotyrine, norcotine, piperidine, pirrolidine. Bahan aktif tersebut bertahan sampai 1 minggu.
Cara Kerja : Mempengaruhi sambungan otot dan saraf
Sasaran OPT : Aspergilus niger, Curvularia oryzae, kutu, Meloidogyne incognita, Popilia japonica, Sitophilus oryzae, Tribolium sp, Nyamuk
Metode dan Aplikasi : Daun ditumbuk dan diekstraksi dengan aquades. Etanol dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau penghembusan
17. Ubi Kayu Racun/Telo Racun (Manihot esculenta)
Senyawa Aktif : Umbi mengandung 0,024% HCN
Cara Kerja : Menghambat respirasi pernapasan
Sasaran OPT : Ustilago tristici, Dysdercus cingulatus
18. Sawo Kecik (Manikara kauki)
Sasaran OPT : Lundi
Metode dan Aplikasi : Biji dikeringkan, dihaluskan dan dieksraksi dengan aquades dengan perbandingan 1:3. Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan.
19. Mindi (Melia azedarach)
Senyawa Aktif : Mengandung senyawa margosin yang beracun bagi manusia
Cara Kerja : Daun Mindi dapat menolak serangga, menghambat syaraf serangga dan respirasi pernafasan
Sasaran OPT : Kutu, belalang, jangkrik, kecoa, Helopeltis sp, Apis gossypi, Agrotis sp, Alternaria sp, Corcyra cephalonica, Crocidolomia binotanis, Planococcus sp, Pratylenchus sp, Rhizoctania solani, Sclerotium rolfsi, sitophilus sp, Spodoptera litura, Tribolium sp, Tugro pada padi
Metode dan Aplikasi : Dua genggam biji ditumbuk hingga menjadi tepung dan dicampur dengan 10 L air. Kulit buah dan kulit batang dikeringkan sebagai mulsa. Eter dan alkohol dapat dijadikan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan, harus disaring terlebih dahulu dengan menggunakan kain kasa.
20. Bengkowang (Pachyrrhizus erosus)
Senyawa Aktif : Daun dan biji mengandung senyawa kimia yang beracun yang disebut derrid. Daun kurang beracun dari pada biji. Bersifat racun mulut. Mengandung senyawa bioaktif alkaloid dan pachyrrhizid dapat mengikat N2 dalam tanah yang disebut achirrizin
Cara Kerja : Menghambat respirasi pernafasan
Sasaran OPT : Aphis sp, Bombyx mori, kumbang, Plutella xylostella, Spodoptera litura
Metode dan Aplikasi : Biji dan daun dicuci lalu ditumbuk kemudian ekstraknya diencerkan dengan aquades. Alkohol dan petroleum eter dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau penghembusan.
21. Kenikir (Tagetes patula, T. erecta)
Senyawa Aktif : Terthienyl
Cara Kerja : Menghambat kerja syaraf
Sasaran OPT : Pratylenchus coffea, Radophilus similes, Meloidogyne incognita, Nilaparvata lugens, Plutella xylostella
Metode dan Aplikasi :
- Precrop (menanam kenikir sebelum ada tanaman pokok)
- Tumpang sari sebagai rotasi tanaman
- Daun kenikir ditumbuk, dibuat ekstrak dengan perbandingan 1:10. Aplikasi dilakukan dengan cara penyiraman pada tanaman terinfeksi
22. Brotowali (Tinospera rumphii)
Senyawa Aktif : Mengandung bahan alkaloid
Cara Kerja : Penarik, penolak, menurunkan kepiridian dan menghambat perkembangan serangga
Sasaran OPT : Penghisap buah, Penggerek batang, dan Penghisap bunga
Metode dan Aplikasi : Sulur brotowali dicuci bersih, dikeringkan, diblender lalu dibuat ekstrak. Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan.
Nah, contoh-contoh tanaman diatas adalah sebahagian kecil dari beberapa tanaman yang dapat berpotensi dijadikan pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati sangat penulis anjurkan untuk digunakan dalam mengendalikan populasi OPT, agar kita dapat mewariskan lingkungan yang “SEHAT” untuk generasi mendatang.
Referensi :
Pestisida Nabati : “Penggunaan & Prospek”. Satuan Kerja Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Utara. Digandakan Oleh : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Asahan. Tahun 2007

2 comments
Terimakasih informasinya. Sangat bermanfaat.
Terimakasih...semoga terbantu
EmoticonEmoticon